Perkenalkan nama saya Kevin, asli Jakarta, 25 tahun, single, dan berobsesi jadi wirausahawan.Itulah gw, yang mempunyai cita-cita jadi salah satu dari Time 100 dari Indonesia. Gw orang yang haus dalam memberikan kontribusi terhadap dunia ini.
Untuk itu mencapainya, gw lagi sibuk ngerjain satu projek : Desadeso, online website reservation service yang membantu para traveler berwisata ke desa. Jadi dengan mengunjungi website ini, travelers bisa lihat berbagai macam desa yang Desadeso tawarkan, dan langsung membooking trip ke desa yang mereka sukai. Gw ngerasa ide ini sangat nobel, karena dengan mengembangkan desa wisata, orang desa bisa buat sustainable business dan mempunyai hidup yang baik tanpa harus pindah ke kota. Sebenernya sampai tahun 2013 sudah ada 1.245 desa wisata di Indonesia, tapi sayangnya mereka kurang dapat berkembang karena keterbatasan kualitas SDM dan biaya promosi yang mahal. Makanya dengan adanya proyek Desadeso ini, kami dapat membantu mempromosikan desa wisata yang sudah berkembang, dan juga membantu desa2 dari proses booking trip sampai pembayaran.
Walaupun mungkin ide Desadeso sangat menarik, tapi banyak juga tantangan-tantangan yang kami hadapi, dari sisi tim, desa wisata, maupun customer.
- Dari sisi tim, tim kami yang berisi 3 orang masih sibuk-sibuk sendiri dengan kehidupan pribadi dan keluarga masing-masing. Cuma saya yang belum punya tanggungan keluarga, sehingga waktu yang saya punya untuk diluangkan ke Desadeso bisa lebih banyak. Menurut saya, tim kami harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja bersama-sama agar dapat berkomunikasi lebih aktif lagi. Belum lagi keterbatasan biaya yang kami hadapi, karena untuk mengunjungi dan menginspeksi desa-desa yang mau dijadikan partner kami, juga butuh biaya yang tidak sedikit. Kemarin saya hitung2, sekali jalan bisa habis 300rb termasuk biaya bensin, dan makan. Kalau misalnya kami harus menginap mungkin biayanya bisa jadi 700rb.
- Dari sisi desanya, bagi kami sangat sulit sekarang ini untuk mencari partner desa yang sesuai. Kendala utamanya adalah akses transportasi dan kesulitan komunikasi. Akses menuju ke lokasi terbilang cukup menantang karena jalanan yang sempit dan berlubang2. Belum lagi kesulitan dalam hal komunikasi untuk follow up dengan desa. Cukup banyak saya kirim email dan telpon orang perwakilan dari mereka, tapi sering kali gak dibales/gak ditanggepin.
- Dari sisi customernya, sampai saat ini kami masih struggling dalam hal distribusi channel paket wisata kami. Saya rasa ini PR kami sebagai tim, kami harus lebih bnyak meluangkan waktu untuk mendekati potential customer kami.
Target kami sekarang ini adalah dengan melobi pemerintahan supaya kami juga terbantu dalam hal mempromosikan desadeso ke pihak desa wisata maupun potential client kami. Kami sadar bahwa jika kami bekerja sendiri2 tanpa bantuan dari pihak ketiga, jalan yang harus kami tempuh begitu sulit, apa lagi dengan keterbatasan waktu dan finansial kami..
Desadeso telah berdiri sejak October 2013, dan ini hanya permulaan. Kami yakin tahun 2014 akan menjadi tahun yang lebih baik. Saya percaya, good things will come for those who believe and work on it.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar